PENGERTIAN MARFŪ’, MUSNAD, MAUQŪF, MAQTHŪ’, MUTTASIL/MAUSHŪL
MARFŪ’
وَسَمَّوُ
االْمَرْفُوْعَ مَاانْتَهَى إِلَى
أَفْضَلِ مَنْ
إِلَى الْلْأَنَامِ أُرْسِلَ
“Dan mereka (ahli hadis) menamakan (Marfu’) pada setiap riwayat
yang berakhir kepada
Yang paling utama (Rasulullah ﷺ),
yaitu dia yang diutus kepada seluruh manusia”.
Marfu’ adalah hadis yang disandarkan langsung kepada Nabi ﷺ, baik
berupa ucapan, perbuatan, atau Taqrīr (ketetapan).
Menurut jumhur ulama, siapa pun boleh menisbatkan riwayat kepada Nabi ﷺ, tapi
ada juga ulama yang membatasi hanya sahabat saja. Jika riwayat tabi’in langsung
kepada Nabi ﷺ tanpa menyebut sahabat, maka disebut
Mursal.
MUSNAD & MAUQŪF
وَمِثْلُهُ
الْمُسْنَدُ أًوْذَامَا وُصِلْ
لِقَائِلٍ
وِلَوْ بِهِ الْوَقْفُ حَصَلْ
“Dan yang semisal dengannya (al-Marfu’) adalah (al-Musnad) atau
yang sanadnya bersambung
kepada pengucapnya, sekalipun (riwayat itu) hanya
sampai kepada sahabat (Mauquf)”.
Secara sederhana, Musnad adalah hadis yang sanadnya bersambung kepada
Nabi ﷺ. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama,
tapi umumnya dipahami sebagai Hadis Marfu’ dengan sanad yang Muttasil (nyambung
tanpa putus).
Sedangkan Mauquf adalah hadis yang disandarkan hanya kepada sahabat
Nabi ﷺ, baik berupa perkataan, perbuatan, atau
persetujuan, dan tidak sampai kepada Nabi ﷺ. Jadi
hadis ini berhenti pada sahabat saja, meskipun sanadnya bisa bersambung atau
terputus.
MAQTHŪ’
وَمَا انْتَهَى
لِتَابِعِيٍّ وَوُقَفْ
فَذَلِكَ
الْمَقْطُوْعُ عِنْدَ مَنْ سَلَفْ
“Dan apa yang sanadnya berakhir pada tabi’in dan terhenti
padanya
Maka itulah yang dinamakan (al-Maqthū’) menurut ulama
salaf”.
Al-Maqthū’ adalah hadis yang disandarkan kepada seorang tabi’in atau
generasi setelahnya, baik berupa ucapan maupun perbuatan, dan tidak sampai
kepada Nabi ﷺ ataupun sahabat.
MUTTASIL/MAUSHŪL
Adalah hadis yang sanadnya bersambung tanpa terputus, dari perawi ke
gurunya hingga sampai kepada Nabi ﷺ
(Marfu’) atau kepada sahabat (Mauqūf). Intinya, sanadnya nyambung dari awal
sampai akhir.
Ucapan tabi’in meski bersanad tetap tidak disebut Muttasil secara
mutlak. Umunya istilah ini (Muttasil/Maushūl) hanya dipakai untuk Hadis Marfu’
dan Mauqūf. Jadi kunci dari Muttasil itu ada pada sanad yang bersambung tanpa
jeda.
REFERENSI
Mandhumah fi Mushthalihi man Salaf - Abi Hamid Muhammad ibn Syaikh Abi al-Mahasin al-Fasie (w. 1052 H)

Komentar
Posting Komentar