PENGERTIAN MUTAWĀTIR, KHABAR AHAD, MASYHŪR, ‘AZĪZ, GHĀRĪB

 


MUTAWĀTIR

وَ (الْمُتَوَاتِرُ) الَّذِيْ رَوَى عَدَدُ

بِغَيْرِ حَسْرٍ وَلَهُ الْعِلْمُ اسْتَنَدِ

“Dan (Mutawātir) adalah hadis yang diriwayatkan oleh banyak Rawi

Tanpa ada batasan jumlah banyaknya rawi, dan hadis Mutawātir menunjukkan pada ‘Ilmu Istanad (ilmu yang pasti)”.

 

Hadis Mutawātir adalah hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi. Misalnya, ada hadis yang diriwayatkan oleh 10+ sahabat 10+ tabi’in dan seterusnya sampai ke Mukharrij (penyusun kitab hadis).

Hadis Mutawātir ini karena diriwayatkan banyak rawi, akhirnya menuntut kita supaya percaya bahwa hadis ini benar-benar datang dari Nabi .

Macam-macam Mutawātir:

  • Mutawātir Lafdhi, para perawinya meriwayatkan matan yang lafadhnya sama.
  • Mutawātir Ma’nawī, para perawinya meriwayatkan matan yang lafadhnya berbeda, tapi ada satu makna yang sama.

 

KHABAR AHAD

وَ غَيْرُهُ (خَبَرُ وَاحِدٍ), وَ مَا

“Selain hadis Mutawātir, ada juga (Khabar Ahad)”.

 

Khabar Ahad adalah hadis atau khabar yang perawinya itu tidak sebanyak perawi hadis Mutawātir. Dan tidak seperti hadis Mutawātir, Khabar Ahad in benar-benar perlu diteliti validitas sanadnya, apakah hadisnya Shahih atau Dla’if.

Macam-macam Khabar Ahad yaitu: Masyhūr, ‘Azīz, dan Gharīb.

 

MASYHŪR

زَادَ عَلَى اثْنَيْنِ فَ (مَشْهُوْرٌ) سَمَا

“Jika perawi hadisnya lebih dari dua rawi, maka disebut hadis (Masyhūr)”.

 

Intinya, Hadis Masyhūr itu perawinya lebih banyak dari Hadis ‘Azīz (misalnya 3+ perawi di setiap tingkatannya) dan perawinya lebih sedikit dari Hadis Mutawātir.

 

‘AZĪZ

وَمَا رَوَاهُ اثْنَانِ يُسْمَى بِ (الْعَزِيْزِ)

“Dan hadis yang diriwayatkan oleh dua orang perawi maka disebut Hadis (‘Azīz)”.

 

Ya intinya, hadis yang diriwayatkan sama 2 orang rawi di setiap tingkatannya.

 

GHARĪB

وَمَا رَوَا الْوَاحِدُ بِ (الْغَرِيْبِ) مَيْزْ

“Dan hadis yang diriwayatkan oleh satu orang rawi maka disebut Hadis (Gharīb)”.

 

Intinya, hadis yang hanya diriwayatkan oleh satu perawi saja di setiap tingkatannya, baik Gharīb-nya terjadi di awal sanad, tengah, atau akhir sanad.

 

Catatan:

Maksud dari “Setiap Tingkatannya” itu seperti tingkat sahabat, tingkat tabi’in, tingkat tabi’u al-tabi’in, dan seterunya.

 

REFERENSI

Mandhumah fi Mushthalihi man Salaf - Abi Hamid Muhammad ibn Syaikh Abi al-Mahasin al-Fasie (w. 1052 H)

Komentar