PENGERTIAN TADLĪS DAN IRSAL KHAFĪ

 


وَإِنْ يَكُنْ سُقُوطُهُ خَفِيًّا

إِذْ لَيْسَ فِى تَارِيْخِهِ, مَأْبِيًّا

فَهُوَ مَعَ الْقَصْدِ مُدَلَّسٌ خَفِيْ

وَدُوْنَ قَصْدٍ هُوَ مُرْسَلٌ خَفِيْ

“Dan apabila (perawi yang gugurnya) itu samar

Karena dalam sejarah hidupnya tida ada hal yang menghalangi (menunjukkan ia tidak sezaman)

Maka apabila dilakukan dengan sengaja, itu merupakan Tadlīs yang tersembunyi

Dan tanpa unsur kesengajaan, maka ia termasuk Mursal Khafī”.

 

Secara bahasa Tadlīs berarti menyembunyikan aib pada barang dagangan, diambil dari kata al-Dalas (kegelapan), karena perawi menutupi keadaan hadis yang sebenarnya. Secara istilah adalah seorang perawi yang menyembunyikan kecacatan hadis dengan sengaja (Tadlīs) atau tidak sengaja (Mursal Khafī).

 

Misalnya seorang Mudallis meriwayatkan dari si A (Dla’if), si A meriwayatkan dari si B (Tsiqah), di Mudallis menghilangkan si A (Dla’if), supaya orang-orang mengira bahwa dia hanya meriwayatkan hadis ini dari perawi Tsiqah saja.

Contoh di atas adalah bentuk Tadlīs Taswiyyah, dan sebenarnya masih banyak lagi macam-macam Tadlīs yang sepertinya tidak akan efektif jika hanya disajikan di sini.

Apa bedanya Tadlīs dan Mursal Khafī?

  • Tadlīs terjadi pada perawi yang memang diketahui pernah bertemu dengan gurunya.
  • Mursal Khafī terjadi ketika dua perawi hanya sezaman, namun tidak terbukti pernah bertemu.

 

REFERENSI

Mandhumah fi Mushthalihi man Salaf - Abi Hamid Muhammad ibn Syaikh Abi al-Mahasin al-Fasie (w. 1052 H)

Komentar